,(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥
Tugasmu adalah memuliakan perempuan. Ibumu, istrimu, dan anak-anak perempuanmu.
Di Pundakmu mereka bertumpu. Maka sepatutnya kau malu; jika tanganmu
masih berpangku dan hatimu tidak tergerak untuk menjadikan mereka mulia.
Wahai Lelaki,(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥
... Tugasmu adalah memuliakan perempuan. Ibumu tiga kali lebih berhak
engkau hormati daripada ayahmu. Bahkan jika engkau sudah menggendongnya
keliling dunia; niscaya tidak akan terbalas kemuliaan ibunda padamu.
Istrimu adalah indikator kebaikanmu. Kemuliaannya melalui tanganmu adalah pemberat amalmu di akhirat kelak.
Anak-anak perempuanmu adalah cermin dirimu. Kesenangan mereka akibat perbuatanmu adalah perisaimu dari api neraka.
Wahai Lelaki,(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥
Tugasmu adalah memuliakah perempuan. Memuliakan, menjadikan mereka mulia, di dunia dan di sisi-Nya.
Maka janganlah sekali-kali berhitung ketika menafkahi Ibumu. Apakah
Ibumu pernah menagihmu atas air susu yang menjadikanmu siapa dirimu
sekarang?
Jangan pula merasa berat saat mencukupi kebutuhan istrimu. Bukankah seharusnya kehormatanmu bisa memenuhinya?
Pun merasa sempit saat memberikan kesenangan dunia pada anak-anak
perempuanmu. Perisai api neraka tidak sebanding dengan apapun di dunia.
Wahai Lelaki,(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥
Tugasmu adalah memuliakan perempuan. Mulia, bukan saja di dunia; tapi juga menjadikan mereka mulia di hadapan-Nya.
Jangan berharap mereka mendirikan perintah-Nya; manakala dirimu sendiri
lalai terhadap-Nya. Jangan berpikir mereka akan menaatimu; jika dirimu
mungkin tidak pantas untuk ditaati. Jangan pula berharap iringan do’a
dan ridho mereka jika mereka terlewat dari do’a-do’amu.
Wahai Lelaki,(¯`•.¸ღ ღ¸.•´¯)*•♫♥♥
Tugasmu adalah memuliakan perempuan. Namun, sungguh, merekalah yang
menjadi sebab kejayaanmu; sebagaimana mereka pula mungkin menjadi sebab
bagi kehinaanmu. Maka bangunan megah di dunia saja tidak cukup bagi
mereka untuk menjadi mulia; ajarkanlah mereka membangun istana di
surga-Nya.
Hilangkanlah rasa sempitmu; niscaya Allah akan mencukupkanmu untuk mencukupi mereka.
Berlemah lembutlah pada mereka; niscaya Allah pun akan melembutkan mereka untuk berlemah lembut padamu.
Berbahagialah, Wahai Lelaki, jika demikian berat amanahmu di muka bumi;
maka Allah pasti telah menyediakan tempat yang mulia bagi dirimu yang
telah menjadikan perempuan mulia di sisi-Nya.
(¯`v´¯). ♥Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥.(¯`v´¯)
Kamis, 11 Oktober 2012
♥ Ijinkan Aku Menggelar Sajadah Bersamanya♥
“Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya’ban Wa Ballighna Ramadhan”,Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.
`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhumღAmiin ya Rabbal’alamin.
♥ Ijinkan Aku Menggelar Sajadah Bersamanya♥
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi.dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya,mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya :19-20)
Tentang dia…….
Aku melihatnya dalam siluet senja,Terbalut jilbab besarnya Berdiri terpesona,Memandang lepas horison penuh makna.
Angin senja mengabarkan padaku,Getar Subhanallah yang terucap dari bibirnya,Diantara deru ombak yang membasahi kaus kakinya.
Terucap Subhanallah dalam hatiku Atas hamba yang tafakur dalam geraknya.
Terpesona dalam medannya,Tergerak menuju cita,Dibatas horison itu,dia yakin akan surga Keyakinan yang menghunjam dada Menggetar bibir untuk berdzikir,Merentang tangan untuk sesama Menebar senyum penuh damai,Menuturkan bahasa lembut yang menyentuh,Membuka hati yang biru untukk mengadu Tentang dia.
Hamba dalam siluet senja itu,Tertangkup tangan doa bahagia untuknya,Terbisik harapan pada Robbi :
Ya Allah….Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya..
Beralas cinta berujung surga
Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu
Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu
Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama
Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu
Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru
Dalam dzikir yang tiada akhir
Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami
Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin Ya Allah….
Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya…
Aamin ya Rabbal’Alamin……………………………
KETIKA AKU INGIN MENIKAH
Langganan:
Postingan (Atom)